20 Maret 2008

Pensiun Dini: Banyak Faktor

Catatan admin: Surat pembaca di Warta Ekonomi, bisa dibaca sebagai bahan pertimbangan:

Setelah membaca artikel berjudul “Pasca-Pensiun Dini: Saat 'Gelombang' dalam Genggaman” dan “Kiat Sukses Pensiun Dini: Cerdik Meracik Pensiun Dini” yang ada di majalah Warta Ekonomi edisi No. 06/XIX/19 Maret 2007, saya ingin memberikan sedikit komentar:

1. Menurut saya, begitulah kisah pensiun dini. Namun, perlu diingat, kebanyakan atau bahkan lebih dari 80% orang yang biasanya menerima gaji tiap bulan serta bekerja dengan waktu kerja yang rutin tiap hari. Biasanya, di saat harus menyesuaikan diri dengan kegiatan sesudah pensiun akan mengalami sedikit stres, juga menghadapi hari-hari tanpa aktivitas lagi di kantor. Namun, menurut saya, ini tergantung juga pada kesiapan fisik maupun mental sebelum memutuskan pensiun dini.

2. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan ikut pensiun dini:
 Karyawan tersebut merasa jenuh dan sudah tidak nyaman lagi di lingkungan kerjanya.
 Tekanan dari atasan karena atasan melihat karyawan tersebut sudah tidak produktif lagi.
 Adanya ketidaktransparanan dalam hal promosi jabatan yang dilakukan oleh manajemen.
 Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk memenuhi tuntutan irama kerja.
 Karyawan merupakan suami-istri yang bekerja di kantor yang sama.
 Ketidakpuasan dalam penghasilan yang diterima setiap bulan.
 Punya bisnis sampingan di luar yang lebih besar dibandingkan gajinya setiap bulan.
 Ada masalah rumah tangga yang lebih besar terkait dengan keuangan atau tekanan dari pasangan sehingga pensiun dini dianggap jalan keluar yang paling tepat.

Suhirtel@plasa.com

1 komentar:

suhirtel mengatakan...

selain kenapa karyawan mengambil pesiun dini, masih ada faktor lainnya menurut saya diantaranya:
a. Ybs anak anaknya sdh tidak membutuhkan biaya kuliah dan sdh bekerja, sehingga beban keuangannya menjadi berkurang.
b. Merasa jenuh dan merasa sdh tdk bersemangat bekerja lagi, karena diprediksikan kepangkatan sudah mentok / tdk mungkin naik lagi mengingat pendidikan dan usia.
c. Karena masih merasa mampu untuk bekerja diluar perusahaan yg selama ini menjadi tumpangan hidupnya, dengan pertimbangan adanya pesangon yg cukup besar dan masih mendapatkan pensiunan setiap bulannya.
d. Semakin lanjut usianya, seseorang merasa membutuhkan kegiatan yg berhubungan dengan keyakinannya, karena selama ini hanya untuk bekerja dan bekerja menjadikan seseorang waktunya habis untuk mendekatkan diri kpd yang kuasa.
e. Rindu akan tanah kelahirannya sewaktu masih kecil dulu, dan akan mengulang suasana seperti yg dulu lagi dan bisa berinteraksi dengan temen temen lamanya, suasana ini akan menjadikan seseorang akan lebih bersemangat dan bahagia untuk kehidupan yg akan dialaminya.

Demikian komentar dari saya semoga bermanfaat atas kementar ini.